Oleh: Mubyarto
Pendahuluan
Kebijakan Pembangunan Pertanian sejak Orde Baru diarahkan pada pertumbuhan sektor pertanian sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi nasional. Pembangunan pertanian tersebut berhasil karena Revolusi Hijau yaitu penemuan bibit unggul yang ditunjang oleh kemajuan teknologi biologi dan teknologi kimia (pupuk dan obat-obatan pemberantas hama dan penyakit). Berkat Revolusi Hijau itulah Indonesia berhasil mencapai swa sembada beras pada tahun 1984, dan Presiden Republik Indonesia memperoleh penghargaan dari FAO.
Namun bersamaan dengan keberhasilan peningkatan produksi beras melalui revolusi hijau, perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap komoditi pertanian lain-lain, komoditi perkebunan, dan perikanan, menjadi kecil sekali, atau nyaris sirna. Akibatnya produksi komoditi komoditi pertanian lain-lain di luar beras menurun dan perangsang (incentive) berusaha pada komoditi-komoditi pertanian lain ini merosot sekali. Selanjutnya dengan berkembangnya iklim liberalisasi perdagangan dan investasi pada akhir tahun delapanpuluhan dan awal sembilanpuluhan, yang melahirkan “kesepakatan-kesepakatan” WTO, AFTA, dan APEC, Indonesia (harus) mengizinkan impor berbagai komoditi pertanian, tanpa bea masuk atau bea masuk rendah, yang nyaris “menghancurkan” pasar dalam negeri komoditi-komoditi pertanian Indonesia. Pada tahun 1997-1998 krismon yang mendepresiasikan nilai rupiah memberikan pukulan telak pada pertanian Indonesia karena kenaikan harga-harga pangan dan komoditi pertanian tidak cukup merangsang produksi pertanian dan perikanan kita tetapi lebih dimanfaatkan oleh sejumlah negara tetangga produsen seperti Vietnam dan Thailand. “Rusaknya” sektor pertanian dalam 15 tahun terakhir merupakan pengalaman pahit bagi Indonesia yang harus dijadikan pelajaran berharga untuk mereorintasi dan mereformasi kebijakan pembangunan pertanian Indonesia.
“Rusaknya” sektor pertanian dalam 15 tahun terakhir merupakan pengalaman pahit bagi Indonesia yang harus dijadikan pelajaran berharga untuk mereorintasi dan mereformasi kebijakan pembangunan pertanian Indonesia.
"Pembangunan Pertanian Dan Penanggulangan Kemiskinan"
KLIK DISINI

